Jumat, 04 April 2014

Perjalanan Terakhir


Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Gemericik air wudhu terasa bagai embun di tengah padang pasir saat menyentuh kulitku. Gema adzan sholat subuh telah menggema dimana-mana. Segera ku ambil sajadah & mukenah, melaksanakan kebutuhan pokok dari yang pokok. Kupanjatkan doa keselamatan dunia & akhirat, tak lupa shalawatku untuk Rasullullah SAW, suri tauladan akhlaqul karimah. Sungguh aku sangat mencintainya, ku buktikan dengan mengikuti sunnah-sunnahnya, bershalawat setiap hari, berusaha mengikuti sifat-sifat mulianya, walaupun aku tahu aku tidak akan bisa sempurnya sepertinya. Aku juga berharap bisa bertemunya kelak diakhirat nanti.
***
“Assalamualaikum, Dina.” salamku
“Waalaikumsalam, eh Siti. Ada apa?” jawabnya
“Gini, aku mau cari kerjaan. Kira-kira ada tidak kerjaan buat aku?”
“Wah, maunya kamu kerja apa, Sit?”
“Apa saja yang penting halal, Din”
“Hm, kalau jadi guru ngaji mau ngga, Sit? Tapi jadi guru ngaji sukarela gitu di masjid dekat rumah aku, kadang ada orang tua yang bayar juga sih, murid-muridnya disana juga banyak kok. Jadi lumayan deh.”
“Wah, boleh juga, Din. Tidak apa-apalah yang penting aku bisa membantu abi untuk membeli obat umi.”
“Oke deh, ntar datang aja ya di masjid dekat rumah aku setiap hari Rabu, Jumat, & Minggu.”
“Iya, Din. Makasih banyak ya.”
Sebulan sudah aku melakoni pekerjaan menjadi guru mengaji di masjid Baitullah. Meskipun aku tidak digaji, namun selalu saja ada rezeki yang diberikan Allah kepadaku melalu pekerjaan ini. Alhamdulillah aku sudah dapat tambahan uang sebesar 100 ribu. Rencananya uang ini akan aku berikan ke umi semuanya.
Hatiku tergerak saat melihat seorang kakek tua mengemis & duduk sendirian di teras rumah makan sambil berharap belas kasihan orang-orang yang makan disana, namun sepertinya tidak ada orang yang peduli dengannya. Aku mendekati kakek itu, kondisinya sudah renta sekali, bahkan untuk berjalan ia masih tertatih-tatih. Masya Allah, kenapa pemerintah masih saja membiarkan rakyatnya merana seperti ini. Aku pun berinisiatif membelikannya nasi bungkus & memberinya uang 20ribu. Alhamdulillah, kakek itu menerima pemberianku. Aku dapat melihat raut wajahnya yang begitu bahagia & tidak hentinya mengucap terima kasih kepadaku, tanpa terasa air mataku pun keluar. Subhanallah, seandainya aku dapat membuat kakek itu selalu bahagia. Ya Allah, lancarkanlah rezeki kakek ini, semoga dia dalam kedaan sehat selalu, Amin. Doaku dalam hati. Aku pun pamit & mencium tangan kakek itu. Uangku pun tinggal 60 ribu, aku ikhlas lillahi ta’ala memberikan sedikit dari uang jerih payahku  untuk kakek itu.
“Alhamdulillah Siti. Terima kasih ya, nak” ujar umi
“Sama-sama umi. Tadi sebenarnya uang itu 100 ribu, tapi udah Siti belikan nasi bungkus & dikasi ke pengemis, sama uang 20 ribu. Kasihan sekali dia, mi. Pengemisnya udah tua, udah tidak mampu berjalan lagi. Siti saja sampai nangis karena dia bahagia pas Siti kasi nasi bungkus & uang, dia juga ga berhenti ngucapin terima kasih  ke Siti.”
“Tidak apa-apa, nak. Sebagian dari rezeki kita adalah rezeki orang juga. Jadi harus saling berbagi”
“Iya, umi. Alhamdulillah.”
***
Masih saja setiap malam aku mendengar umi batuk-batuk. Sepertinya penyakit umi semakin parah. Aku tak tega mendengarnya, besok aku berniat untuk membuatkan ramuan herbal untuk umi.
Setelah selesai sholat subuh, aku langsung memasak lauk pauk untuk abi & umi. Aku tidak mau umi yang memasak, karena ia sedang sakit & harus banyak beristirahat. Setelah memasak, aku pergi mencari bahan-bahan untuk ramuan herbal yang akan kuberikan untuk umi disekitar rumahku & memasaknya.
“Umi, minum dulu ini.”
“Apa ini, Siti?”
“Itu ramuan herbal, umi. Buat hilangin batuk umi.”
“Wah, makasih ya, nak. Kamu memang anak yang baik.”
“Sama-sama umi.”
Alhamdulillah, sejak aku sering membuatkan umi ramuan herbal itu & ditambah dengan obat-obatan yang dibeli di apotek, umi sudah tidak batuk-batuk lagi. Aku pun merasa senang, doaku tidak berhenti mengalir untuknya di setiap sholat malamku, berharap akan kesembuhannya. Dan Alhamdulillah Allah mengabulkan doaku.
Pagi ini, ntah kenapa aku tidak enak badan. Tapi mungkin hanya karena masuk angin biasa, pikirku. Aku pun memutuskan untuk pergi mengajar mengaji seperti biasa, karena ini adalah tanggung jawab atas pekerjaanku. Semakin siang badanku semakin tidak enak, kepalaku pusing. Dari pada nanti aku merepotkan orang jika aku pingsan, lebih baik aku pulang saja.
“Kamu kenapa, Sit?” tanya umi
“Tidak tahu, mi. Mau demam kayaknya.” jawabku
“Panas sekali badanmu, nak. Istirahat ya, biar umi yang ambilkan obat untukmu.”
“Iya, umi.”
Setelah minum obat, aku pun tidur. Namun, dalam tidur itu aku bermimpi, aku seperti akan melaksanakan resepsi pernikahan. Aku mengenakan baju berwarna serba putih, & mempelai pria yang tidak aku kenal juga mengenakan baju serba putih. Ku lihat semua keluargaku turut hadir disekelilingku, dengan raut wajah gembira. Namun, tidak dengan umiku, ia menangis. Aku ingin memeluknya, namun pria yang berada disampingku menahanku.
“Ayo kita pergi.” ujarnya
“Pergi? Pergi kemana? Aku sebelumnya tidak mengenalmu, siapa kamu?” tanyaku
“Wahai Siti, sekarang sudah waktunya. Kita akan pergi menghadap Allah SWT, ikutlah denganku.”
“Tapi, aku belum siap. Izinkan aku pamit dengan umi & abiku!”
“Baiklah”
Tiba-tiba aku terbangun. Benar saja, pria yang ada didalam mimpiku itu sedang berdiri disamping tempat tidurku. Tak lama kemudian umiku datang.
“Bagaimana, nak? Sudah baikan?”
“Belum, umi. Tapi aku ingin abi berada disini sekarang. Aku ingin ngomong sesuatu.”
“Ada apa, nak? Baiklah, tunggu sebentar ya.”
Sambil menunggu umi memanggil abi. Dalam hatiku tak henti-hentinya berdzikir & bershalawat, sebentar lagi aku akan datang ke kerajaan mu Ya Rabb & Insya Allah jika diizinkan aku dapat bertemu dengan Rasullullah SAW. Senang bercampur sedih yang berkecamuk dihatiku, aku masih belum rela jika harus berpisah dengan umi & abi.
Umi dan abi pun datang.
“Umi, abi. Siti mau pamit pergi. Maafkan semua kesalahan Siti ya, umi, abi.” ucapku
“Apa maksudmu nak? Kamu ini kenapa? Jangan bercanda, nak.” ujar umi
“Subhanallah, jika ini memang sudah waktunya, pergilah nak. Abi akan selalu mendoakanmu” sambung abi
“Abi juga kenapa? Jangan begini, umi tidak mau kalau Siti pergi!”
“Umi, tadi malam abi bermimpi bahwa Siti akan dibawa oleh seorang laki-laki, tujuannya untuk menghadap Allah & sekarang mimpi abi menjadi kenyataan!”
“Iya umi, abi. Tadi Siti juga bermimpi itu. Sekarang izinkan siti memeluk kalian untuk terakhir kalinya.”
Umi pun hanya dapat terdiam & menangis, sedangkan abi hanya tersenyum kepadaku. Setelah kupeluk mereka, aku pun merasa tenang & siap pergi.
“Siti pergi dulu ya, abi, umi. Siti sayang sama kalian.”
Mulailah terasa dingin diujung kakiku, aku memejamkan mata & mengahadapkan wajahku ke arah kiblat. Dengan napas yang tenang, ku ucapkan 3 kali dzikir & 3 kali shalawat, & terakhir ku ucapkan Asyahdu ala ilaha illalla… wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Rabu, 01 Januari 2014

AKHIR DARI SEBUAH MENUNGGU


Olive masih duduk menunggu & termenung memeluk sebuah lukisan di depan sebuah danau dimana ia bertemu dengan pujaan hatinya, Reza. Pada waktu itu Olive sedang melukisa pemandangan danau yang indah itu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang pria.

“Wah, lukisannya bagus ya” ujar pria itu

“Makasih. Ngomong-ngomong kamu siapa ya?”

“Kenalkan nama aku Reza, aku seorang fotografer. Kebetulan aku ingin memotret pemandangan disekitar danau ini. Kalau kamu pasti seorang pelukis ya?”

“Oh, fotografer. Hm, nama aku Olive aku bukan pelukis kok. Melukis Cuma hobi aku”

“Ohh, gitu ya. Tapi lukisan kamu bagus kok, bener deh. Ga kalah sama pelukis profesional”

Dari perbincangan itu Olive & Reza pun semakin dekat, tepat bulan ke 5 setelah mereka bertemu, Reza menembak Olive didanau mereka bertemu dulu.”

“Sejak awal kita bertemu sampai saat ini, aku ngerasa nyaman sama kamu, aku ngerasa kamu orang yang tepat untuk aku cintai terakhir kalinya. Will you be my girlfriend?” ucap Reza

“Sama, Za. Aku ngerasa sama kayak kamu, aku mau kok jadi pacar kamu.” jawab Olive
Sejak saat itu mereka resmi berpacaran, Reza berjanji akan segera mengajak Olive menikah apabila ia telah mengumpulkan cukup uang untuk pesta pernikahannya, suatu hari nanti.

***

Pada suatu hari, Reza diminta untuk menjadi fotografer di sebuah acara pameran bergengsi diluar negeri, sudah pasti gaji yang akan diberikan cukup besar daripada acara didalam negeri.

“Sayang, aku akan pergi ke Jerman selama 2 minggu. Aku janji setelah aku pulang nanti, aku akan langsung melamarmu & kita akan menikah.” ujar Reza

“Tapi sayang, apa ga kejauhan ke Jerman? Aku takut kamu kenapa-kenapa” jawab Olive sedih

“Aku tahu sayang ini mungkin sulit, tapi ini demi masa depan kita.”

Olive hanya bisa terdiam, kata-kata Reza benar. Reza melakukan hal ini untuk masa depan mereka.

Hari itupun tiba, Olive mengantar Reza ke bandara.

“Aku pergi dulu ya, sayang. Kita akan bertemu di danau itu lagi ya, Dah” kata Reza

Olive pun melepas kepergian Reza, dalam hatinya ia selalu berdoa agar semuanya akan baik-baik saja.

***

2 minggu sudah Reza pergi, seharusnya hari ini ia sudah pulang. Mungkin Reza mengalami suatu kendala sehingga ia tidak bisa pulang.

Sebulan sudah Reza tidak pulang, Olive masih menanti kedatangan Reza didanau tersebut.Wajahnya pucat, badannya agak kurus, pandangannya menerawang kosong. Ia pun jatuh pingsan, tak lama nafasnya pun perlahan-lahan hilang, detak jatungnya sudah tak terdengar, burung-burung sudah tidak berkicau lagi, hanya senja yang menyelimuti badannya yang dingin. Sebuah Koran tergeletak disampingnya, terdapat sebuah berita yang berbunyi:

PESAWAT PENERBANGAN JERMAN-JAKARTA JATUH TERGELINCIR & MENEWASKAN 10 ORANG PENUMPANG.
Jakarta, (04/02) Pesawat penerbangan Jerman-Jakarta jatuh tergelincir & membuat 10 orang penumpang tewas akibat terbakar, 40 penumpang lainnya berhasil selamat karena cepat menyelamatkan diri 10 menit sebelum terjadinya kebakaran didalam pesawat & penumpang yang tewas diperkirakan terjebak & pingsan tertimpa barang bawaan sehingga tidak dapat mengevakuasi diri. Penumpang yang tewas antara lain : Bcsing Thom (38), Anne Hchitz (50), Reza Putrawarsa (22),………

GADIS RUMAH A13


Jam bekerpun berdering membangunkan Rio yang sedang tertidur pulas. Matahari perlahan mulai menampakkan wujudnya, udara segarpun menusuk penciuman. Rio memulai hari pertamanya disebuah komplek perumahan baru yang ia tinggali 3 hari yang lalu. Ia pun memulai aktivitasnya dengan jogging sebentar mengelilingi kompleksnya, sebelum ia bergegas untuk pergi kuliah. Ia memang sengaja pindah ke Surabaya untuk melanjutkan kuliah S2-nya.

“Kok masih sepi ya? Orang-orang disini kayaknya jarang olahraga pagi nih…” ujar Rio

Setelah 30 menit jogging mengelilingi komplek, Rio bergegas pulang, dalam perjalanannya ia melihat seorang wanita sedang membereskan barang belanjaannya yang jatuh berantakan dijalan. Tanpa pikir panjang, Rio pun segera membantu wanita itu.

“Barangnya kenapa mbak?” tanya Rio sambil ikut membereskan barang wanita itu

Namun, wanita itu tidak menjawab, ia tetap menunduk & membereskan barangnya tersebut. Tak lama kemudian setelah selesai membereskan barang-barang tersebut, wanita itupun mengucapkan terima kasih kepada Rio.

“Terima kasih” ujarnya

“Sama-sama, kalau boleh tau mbak tinggalnya dimana ya?” Tanya Rio

“Di sekitar sini, A13” jawab wanita itu sambil meninggalkan Rio

“Wanita itu lumayan cantik, rambutnya terurai sampai ke punggung, tappi terlalu pendiam” ujar Rio sambil melanjutkan perjalanannya pulang.

Ketika ingin sampai dirumahnya, ia sadar bahwa ia sedang melewati rumah bernomor A13, rumah gadis pendiam yang ia temui tadi. Jaraknya hanya 2 rumah dari rumah Rio. Sebenarnya ia ingin singgah sebentar ke rumah itu, tetapi ia masih sungkan untuk sekedar menyapa pemilik rumah tersebut.

***

“Hai, anak baru ya?” sapa seorang wanita kepada Rio

“Iya, hehe” jawab Rio

Ternyata wanita itu bernama Nina, akhirnya merekapun berkenalan & menjadi dekat. Kebetulan, rumah Nina juga dekat dengan rumah Rio,hanya saja rumah Nina terletak diseberang perumahan Rio.

“Udah berapa lama disini?” Tanya Nina

“Hmmmm, belum ada seminggu sih…” jawab Rio

“Ohh… Sendirian tinggal disini?”

“Iya, sendiri”

“Ntar malam boleh ga aku kerumah kamu?”

“Boleh, boleh… Emang mau ngapain?”

“Ngga ngapa-ngapain sih, cuma main-main doang, boleh kan?”

“Ohh, boleh dong… Aku tunggu ya”

“Oke, tapi rumah kamu nomor berapa?”

“Rumah aku no A11”

***

“Assalammualaikum” salam Nina sambil mengetuk pintu

“Waalaikumsalam, yuk masuk” jawab Rio sembari membuka pintu

Belum beberapa lama Nina bertamu, tiba-tiba lampu rumah Rio padam.

“Wah pemadaman listrik tiba-tiba nih” ujar Rio

“Keluar aja yuk?” ajak Nina

Akhirnya mereka berdua bersantai di luar rumah sambil menikmati indahnya malam. Namun, tiba-tiba Rio melihat wanita yang kemarin ia temui lewat di depan rumahnya.

“Mbak…!” teriak Rio sambil berjalan ke arah wanita itu

“Oh iya, kemarin aku belum sempat nanya nama kamu, nama aku Rio. Kalau boleh tau nama mbak siapa?”

“Selly” jawab singkat wanita itu

“Eh, ngapain?” kejut Nina sambil menepuk bahu Rio

“Kamu ini ngagetin aja, nih aku mau kenalin kamu…” kata Rio belum selesai, karena ia melihat Selly sudah tidak ada di hadapannya.
“Siapa hayoo?” tanya Nina

“Tadi ada orang kok disini” jawab Rio

***

Seperti biasanya, Rio melakukan aktivitasnya setiap pagi, yaitu jogging. Ia pun kembali bertemu dengan Selly lagi.

“Sel, semalam kemana? Padahal aku ngenalin kamu ke teman aku” jelas Rio

“Pulang, A13” jawab Selly

“Hmmm, boleh ngga kapan-kapan aku main kerumah kamu?”

Selly tak menjawab, tapi langsung pergi meninggalkan Rio. Tiba-tiba Rio melihat sebuah kalung berliontin jatuh dihadapannya.

“Jangan-jangan ini kalung Selly” ujar Rio                       

Rio pun membuka liontin kalung tersebut & ia melihat foto Selly didalamnya. Selly terlihat cantik didalam foto tersebut. Rio berencana datang kerumah Selly untuk mengembalikan kalung liontin tersebut kepada Selly.
Suasana pun tiba-tiba menjadi sepi tak seperti biasanya, Rio pun merinding & segera pulang kerumahnya. Sepi itu semakin menjadi ketika ia lewat dirumah Selly. Padahal awalnya Rio ingin bertamu ke rumah Selly, tapi Rio mengurungkan niatnya tersebut, ia berniat mengembalikan kalung tersebut nanti malam.

***
“Triittt…triiittt…triiiitttt” handphone Rio bordering tanda menerima sebuah SMS.
“Malam ini ada dirumah ngga?” FROM : Nina
“Ada kok, emangnya kenapa? Mau datang?” REPLY : Rio
“Iyam bantuin aku ngerjain tugas ya?” FROM : Nina
“Ok” REPLY : Rio

Setengah jam pun berlalu, namun Nina belum juga datang. Akhirnya Rio pun memutuskan untuk pergi kerumah Selly, mengembalikan kalung liontinnya yang jatuh dijalan.

“Tok…tok…tok… Permisi, Rina…?” kata Rio sambil mengetuk pintu rumah Selly

Namun setelah beberapa menit berlalu, pintu tak kunjung dibuka. Ternyata pintu rumah Selly tidak dikunci, Rio pun masuk kedalam rumah tersebut. Suasana sepi pun menyekat rasa, ditambah lagi dengan keadaan rumah Selly yang gelap. Perlahan-lahan Rio menelusuri ruang utama untuk mencari sakelar lampu. Setelah lampu dihidupkan, Rio kaget dengan keadaan rumah tersebut yang sudah tak terurus, berantakan, & kotor.

“Apa benar ini rumah Selly? Kok kotor ngga terurus gini sih” kata Rio

Tiba-tiba Rio dikejutkan dengan lewatnya sosok bayangan ke arah sebuah kamar. Rio pun mengikuti kemana bayangan tersebut pergi, & akhirnya Rio masuk ke sebuah kamar. Dikamar tersebut Rio melihat ada sebuah meja rias, diatasnya terdapat sepucuk surat, sebuah kotak musik, & sisir yang berdarah. Karena penasaran Rio pun mengambil kotak music & surat itu. Pertama, ia membuka kotak music tersebut, ia lihat ada foto Selly dengan seorang pria, yang ia duga sebagai pacarnya.

“Gebraakkkkk….!!!” Tiba-tiba suara barang jatuh mengagetkan Rio. Rio pun mulai merapatkan diri ke dinding, & Rio mencoba membaca surat yang dipegangnya itu.

Dear : Selly
Surabaya, 1 Januari 2001
Malam ini, terasa beda tanpamu…
Setelah kau memutuskan hubungan ini
Aku hampa tanpamu, aku tersadar bahwa aku tak bisa hidup tanpamu
Hidup & mati kita harus bersama, tak ada yang dapat memisahkan kita
Walau takdir menghadang, aku akan tetap mempertahankanmu
Malam ini aku akan datang untukmu, kita akan bahagia bersama
Aku akan menjemputmu mala mini, aku harap kau sudah bersiap-siap
Kita akan mengubah takdir, kita akan hidup bersama di alam abadi
TTD: Roy

“Apa maksudnya ini? Hidup bersama di alam abadi? Berarti Selly… Surat ini? 11 tahun yang lalu….” Ujar Rio

Tiba-tiba terdengar suara langkah yang berjalan ke arah Rio, suara tersebut diiringi tangisan seorang wanita yang memanggil Rio, wanita tersebut adalah Selly.

“Duk… duk… duk… duk” suara itu semakin dekat & tiba-tiba menghilang. Rio yang sedang ketakutan tak bisa berbuat apa-apa.

“Rio… rio… rio” terdengar sebuah rintihan kecil memanggil nama Rio, & tiba-tiba kotak musik yang Rio pegang terbuka dengan sendirinya. Kemudian muncullah sesosok wanita, yaitu Selly di cermin meja rias dihadapan Rio. Hal tersebut mengagetkan Rio karena Selly terlihat pucat & lehernya berdarah, tampak ia sedang memegang sisir yang Rio lihat di meja rias tadi. Rio pun berlari menuju pintu keluar untuk melarikan diri, namun entah kenapa pintu itu tiba-tiba terkunci.

“Tolong..!! Tolong..!!!” teriak Rio meminta pertolongan

Namun sepertinya tidak ada yang mendengar jeritan Rio tersebut. Rio mencoba mencari jalan keluar lain. Ia berlari menuju dapur, namun  lagi-lagi ia dikejutkan dengan sosok yang sedang terduduk sambil memandanginya, yaitu hantu Selly. Rio mencoba berlari tetapi tiba-tiba kakinya ditarik oleh sebuah tangan, & ternyata tanga tersebut adalah tangan hantu Selly.

“Jangan bunuh aku, tolong jangan bunuh aku!” jerit Rio
Didalam hati, Rio sembari membaca ayat-ayat al-Qur’an untuk mengusir hantu Selly. Tiba-tiba…

“Rio!!”

“Nina?! Tolong aku!!”

Nina pun datang menolong Rio yang sedang terduduk lemas tersebut.

“Ayo kita pergi sekarang!” ajak Nina

“Darimana kamu tahu kalau aku ada disini?”

“Aku tadi bertanya kepada tetangga sebelah kemana kamu pergi, & dia udah menceritakan semuanya, termasuk rumah hantu ini!”

Mereka berdua pun pergi, namun belum sempat Nina keluar dari pintu, ia seperti ditarik oleh seseorang, & Rio yang saat itu telah berlari keluar, mencoba menarik Nina. Namun gagal.

“Ninaaaa!!!” teriak Rio

Pintu rumah tersebut kemudian tertutup, Rio mencoba untuk membuka, namun tidak bisa.

“Tolong!! Tolong!!”teriak Rio

Tak lama datang lah beberapa penghuni sekitar perumahan tersebut karena penasaran dengan apa yang terjadi pada Rio.

“Lemparkan liontinnya!” ujar seorang kakek penghuni komplek tersebut./

Rio pun melemparkan liontin itu ke Rumah Selly. Setelah itu, pintu rumah tersebut buka dengan sendirinya. 

Terlihat Nina telah pingsan, warga pun segera menolong Nina & membawanya ke Rumah Sakit.

Ternyata rumah A13 tersebut adalah rumah berhantu yang pemiliknya bernama Selly. Ia dibunuh mantan kekasihnya 11 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 1 Januari 2001. Ia dibunuh karena mantan kekasihnya tidak rela jika Selly harus menikah dengan orang lain. Rumah berhantu tersebut sudah banyak memakan korban, rata-rata korban tersebut adalah pendatang baru & seorang laki-laki yang bertemu hantu Selly ketika sedang berolahraga pagi atau sekedar bersantai diluar rumah. Itulah mengapa pada pagi hari orang-orang tidak ada yang berani untuk keluar rumah karena takut bertemu dengan hantu Selly.

Minggu, 07 Juli 2013

AKHIR DARI SEBUAH MENUNGGU (Short Story By Fithriyyah)


Olive masih duduk menunggu & termenung memeluk sebuah lukisan di depan sebuah danau dimana ia bertemu dengan pujaan hatinya, Reza. Pada waktu itu Olive sedang melukisa pemandangan danau yang indah itu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang pria.
 
“Wah, lukisannya bagus ya” ujar pria itu

“Makasih. Ngomong-ngomong kamu siapa ya?”

“Kenalkan nama aku Reza, aku seorang fotografer. Kebetulan aku ingin memotret pemandangan disekitar danau ini. Kalau kamu pasti seorang pelukis ya?”

“Oh, fotografer. Hm, nama aku Olive aku bukan pelukis kok. Melukis Cuma hobi aku”

“Ohh, gitu ya. Tapi lukisan kamu bagus kok, bener deh. Ga kalah sama pelukis profesional”

Dari perbincangan itu Olive & Reza pun semakin dekat, tepat bulan ke 5 setelah mereka bertemu, Reza menembak Olive didanau mereka bertemu dulu.”

“Sejak awal kita bertemu sampai saat ini, aku ngerasa nyaman sama kamu, aku ngerasa kamu orang yang tepat untuk aku cintai terakhir kalinya. Will you be my girlfriend?” ucap Reza

“Sama, Za. Aku ngerasa sama kayak kamu, aku mau kok jadi pacar kamu.” jawab Olive
Sejak saat itu mereka resmi berpacaran, Reza berjanji akan segera mengajak Olive menikah apabila ia telah mengumpulkan cukup uang untuk pesta pernikahannya, suatu hari nanti.

***
Pada suatu hari, Reza diminta untuk menjadi fotografer di sebuah acara pameran bergengsi diluar negeri, sudah pasti gaji yang akan diberikan cukup besar daripada acara didalam negeri.

“Sayang, aku akan pergi ke Jerman selama 2 minggu. Aku janji setelah aku pulang nanti, aku akan langsung melamarmu & kita akan menikah.” ujar Reza

“Tapi sayang, apa ga kejauhan ke Jerman? Aku takut kamu kenapa-kenapa” jawab Olive sedih

“Aku tahu sayang ini mungkin sulit, tapi ini demi masa depan kita.”

Olive hanya bisa terdiam, kata-kata Reza benar. Reza melakukan hal ini untuk masa depan mereka.

Hari itupun tiba, Olive mengantar Reza ke bandara.

“Aku pergi dulu ya, sayang. Kita akan bertemu di danau itu lagi ya, Dah” kata Reza
Olive pun melepas kepergian Reza, dalam hatinya ia selalu berdoa agar semuanya akan baik-baik saja.

***

2 minggu sudah Reza pergi, seharusnya hari ini ia sudah pulang. Mungkin Reza mengalami suatu kendala sehingga ia tidak bisa pulang.

 ***

Sebulan sudah Reza tidak pulang, Olive masih menanti kedatangan Reza didanau tersebut.Wajahnya pucat, badannya agak kurus, pandangannya menerawang kosong. Ia pun jatuh pingsan, tak lama nafasnya pun perlahan-lahan hilang, detak jatungnya sudah tak terdengar, burung-burung sudah tidak berkicau lagi, hanya senja yang menyelimuti badannya yang dingin. Sebuah Koran tergeletak disampingnya, terdapat sebuah berita yang berbunyi:
PESAWAT PENERBANGAN JERMAN-JAKARTA JATUH TERGELINCIR & MENEWASKAN 10 ORANG PENUMPANG.
Jakarta, (04/02) Pesawat penerbangan Jerman-Jakarta jatuh tergelincir & membuat 10 orang penumpang tewas akibat terbakar, 40 penumpang lainnya berhasil selamat karena cepat menyelamatkan diri 10 menit sebelum terjadinya kebakaran didalam pesawat & penumpang yang tewas diperkirakan terjebak & pingsan tertimpa barang bawaan sehingga tidak dapat mengevakuasi diri. Penumpang yang tewas antara lain : Bcsing Thom (38), Anne Hchitz (50), Reza Putrawarsa (22),………